Amata Kabua
1928–1996
Memimpin perumusan konstitusi dan negosiasi Compact of Free Association, serta menjabat sebagai kepala negara hingga wafat.
Sejarah
Peristiwa penting dan tokoh yang membentuk negara.
Pelaut Austronesia menetap di atol-atol Rālik dan Ratak lalu mengembangkan sistem marga matrilineal serta navigasi bintang.
Pelaut Spanyol melihat atol ini pada 1526, lalu Kapten John Marshall dan Thomas Gilbert memetakannya pada 1788; kapal dagang dan misionaris menyusul pada abad ke-19.
Jerman menetapkan protektorat pada 1886 dan mengembangkan perdagangan kopra dari Jaluit sebagai pusat administrasi.
Jepang memerintah kepulauan ini melalui mandat Liga Bangsa-Bangsa dan membangun pangkalan militer besar di atol Kwajalein dan Jaluit.
Amerika Serikat merebut Kwajalein dan Majuro pada awal 1944; pendudukan Amerika berlanjut hingga masa perwalian PBB.
67 uji nuklir dilakukan di dua atol itu, termasuk bom hidrogen Bravo pada 1954 yang menimbulkan dampak radiasi luas; penduduk dipindahkan dan belum seluruhnya dapat kembali.
Konstitusi berlaku pada 1979 dengan Amata Kabua sebagai presiden pertama; kemerdekaan penuh diakui pada 21 Oktober 1986 dan keanggotaan PBB diperoleh pada 1991.
Pembaruan Compact of Free Association dengan Amerika Serikat mulai berlaku pada 2023, mencakup bantuan dana dan pengelolaan lanjutan wilayah bekas uji nuklir.
1928–1996
Memimpin perumusan konstitusi dan negosiasi Compact of Free Association, serta menjabat sebagai kepala negara hingga wafat.
1945–2017
Ikut merancang perjanjian yang membuka jalan kemerdekaan dan memelopori kerja sama internasional tentang senjata nuklir serta perubahan iklim, termasuk pidatonya di Konferensi Paris 2015.
1950–
Presiden pertama yang bukan kepala suku, memimpin upaya penyelesaian klaim akibat uji nuklir dan reformasi keuangan negara.
1951–
Perempuan pertama yang memimpin negara Pasifik merdeka dan pendiri Women United Together Marshall Islands, yang mendorong kemudahan warga mengakses pendanaan iklim setelah uji nuklir.