Bendera BhutanBhutan

Budaya

Bhutan: Budaya & Masyarakat

Tradisi, etiket, pakaian, seni, sastra, dan olahraga.

  • Ibu kota Thimphu
  • Populasi 796.682 (2025)
  • Asia

Tradisi & adat istiadat

Sejak abad ke-17

Tshechu

Festival tahunan di dzong dengan tari topeng cham, pemberkahan, dan pertemuan warga.

Tshechu diadakan pada hari kesepuluh bulan lunar tertentu, terutama di Paro, Thimphu, dan Punakha. Para biksu dan penari awam memakai kostum topeng untuk menampilkan kisah Guru Rinpoche dan tokoh pelindung. Warga mengenakan pakaian terbaik, membawa makanan, dan menerima berkah dari thangka besar yang dipamerkan.

Etiket & tata krama

Abad ke-17, diperbarui abad ke-20

Driglam Namzha

Kode etik tradisional tentang cara berpakaian, menyapa, dan berperilaku di ruang publik.

Driglam Namzha mengatur etiket sosial seperti cara membungkuk, memakai syal kabney atau rachu, dan berbicara kepada pejabat. Kode ini diajarkan di sekolah dan diterapkan di kantor pemerintah serta acara resmi. Penerapannya diperkuat pada akhir abad ke-20 sebagai bagian dari kebijakan identitas nasional.

Pakaian tradisional

Sejak abad ke-17

Gho dan Kira

Pakaian nasional pria dan perempuan yang wajib dikenakan di kantor dan acara resmi.

Gho adalah jubah panjang pria yang diikat dengan sabuk kera di pinggang, membentuk kantong tradisional. Kira adalah gaun panjang perempuan yang dipadukan dengan blus dan jaket pendek. Bahan dan warna menunjukkan status serta kesempatan, dan pemakaiannya di sekolah dan kantor diatur negara.

Musik & tari

Tradisi klasik

Zhungdra dan Boedra

Dua bentuk musik vokal tradisional Bhutan dengan melodi panjang dan irama tari.

Zhungdra adalah nyanyian klasik dengan melisma panjang dan lirik puitis, sering diiringi dramnyen dan chiwang. Boedra lebih ringan dan berirama, kerap ditarikan dalam lingkaran. Keduanya diajarkan di sekolah seni dan ditampilkan pada festival serta acara kerajaan.

Seni & kerajinan

Sejak abad ke-17

Zorig Chusum: Tiga Belas Seni

Kanon keterampilan tradisional dari lukisan thangka hingga pengerjaan logam dan tenun.

Zorig Chusum mencakup seni melukis, memahat, mencetak, menempa, dan menenun yang diwariskan melalui sistem magang. Institut Zorig Chusum di Thimphu dan Trashiyangtse melatih generasi baru perajin. Karya-karyanya menghiasi dzong, biara, dan rumah tradisional.

Sastra, mitologi & cerita rakyat

Abad ke-8 dan sesudahnya

Legenda Druk Yul dan Guru Rinpoche

Kisah naga guntur dan kunjungan Guru Rinpoche yang membentuk identitas spiritual Bhutan.

Nama Druk Yul berarti tanah naga guntur, merujuk pada tradisi Drukpa Kagyu yang dibawa dari Tibet. Legenda menceritakan Guru Rinpoche yang menaklukkan roh lokal dan memberkati lembah serta bukit Bhutan. Kisah-kisah ini dilestarikan dalam biografi keagamaan, mural, dan pertunjukan cham.

Olahraga & permainan

Tradisi berabad-abad

Panahan Tradisional (Dha)

Olahraga nasional dengan busur bambu, target kecil, dan sorakan lagu dari tim lawan.

Panahan tradisional Bhutan memakai busur bambu dan anak panah kayu, dengan target berupa papan kecil yang diletakkan sekitar 145 meter jauhnya. Setiap tembakan diiringi nyanyian dan tarian tim lawan untuk mengganggu konsentrasi. Turnamen desa dan kabupaten menjadi acara sosial penting.

Warisan dunia UNESCO

Belum ada situs UNESCO

Tidak ada situs terdaftar untuk negara ini dalam dataset.

Lihat cakupan data

Sumber budaya

  • Wikipedia (ringkasan lintas artikel)Wikimedia Foundation · CC BY-SA 4.0
    Kunjungi sumber
Negara sebelumnya Benin Negara berikutnyaBolivia

Ketik minimal dua huruf. Tekan Esc untuk menutup.