Kultur Kafe Wina
Kafe Wina menjadi ruang membaca koran, berdiskusi, dan menulis sepanjang hari dengan satu cangkir kopi.
Budaya
Tradisi, etiket, pakaian, seni, sastra, dan olahraga.
Kafe Wina menjadi ruang membaca koran, berdiskusi, dan menulis sepanjang hari dengan satu cangkir kopi.
Salam Grüß Gott serta penyebutan gelar akademik menjadi bagian tata krama sehari-hari.
Pakaian rakyat Alpen yang kini dikenakan pada festival, pernikahan, dan musim pesta dansa.
Waltz, balet, dan konser orkestra menjadi wajah budaya Wina dengan gedung opera serta Musikverein sebagai pusatnya.
Kerajinan kaca berukir dari Waldviertel serta ukiran kayu Tyrol yang dijual sebagai suvenir sekaligus benda koleksi.
Epos Nibelungen serta legenda Salzburg tentang raja gunung memberi bahan cerita rakyat Austria selama berabad-abad.
Ski menjadi olahraga utama dengan ratusan resor, sedangkan pendakian dan panjat gunung dibina melalui klub Alpine.
Hutan beech purba lintas 18 negara Eropa, termasuk kawasan di Austria.
Kota tua Graz bergaya Renaisans dan istana Eggenberg dengan taman serta museum arkeologi.
Lanskap danau lintas Austria-Hungaria dengan desa, padang rumput, dan perkebunan anggur.
Benteng dan jalan Romawi di sepanjang Danube yang membentang di Austria, Jerman, dan Slowakia.
Lanskap tambang garam Alpen dengan desa Hallstatt dan jaringan pipa garam berusia ribuan tahun.
Pusat kota barok Salzburg di tepi Sungai Salzach dengan katedral dan tempat kelahiran Mozart.
Pusat kota Wina dengan Istana Hofburg, Ringstrasse, dan warisan musik klasik.
Istana musim panas Habsburg dengan taman geometris, kebun binatang tertua, dan Gloriette.
Sisa perkampungan kayu di tepi danau Alpen dari 5000–500 SM, termasuk situs di Carinthia.
Jalur kereta gunung sepanjang 41 km yang dibangun 1848–1854 sebagai tonggak teknik sipil.